Hidup di Detik Ini

Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat ~ H.R. Ibnu Majah

Kematian dapat mendatangi setiap saat. Media dan kabar berita mengajarkan kepada kita bahwa kematian dapat datang kepada siapapun, dimanapun, kapanpun, tidak terkait statistik rata-rasa usia harapan hidup. Bahkan seorang yang belum mengenal Tuhan pun, akan yakin bahwa setiap manusia akan mati pada waktu yang tidak bisa ditentukan.

Artinya, euforia saya janganlah terhadap revolusi industri 4.0, pencapaian bonus kapal pesiar, atau rancangan penggapaian mimpi jadi profesor di masa depan. Bertahun saya coba jalani hidup penuh ambisi menggapai mimpi, dunia. Ya, beberapa tercapai, beberapa menuju. Tapi itu sama sekali tidak mengamankan posisi saya sebagai makhluk, karena ambisi menggebu kemungkinan membuat lupa niat karena Allah, bahkan membuat lupa berbagai ibadah dan implementasi akhlak. Euforia saya haruslah terhadap detik ini, terhadap pengusahaan amanah, akhlak yang baik, dan kedisiplinan ibadah.

Impian tentang capaian dunia boleh, apalagi kalau berkaitan dengan kebermanfaatan dan kebaikan bagi orang banyak, namun bingkainya bukan ambisi menggebu, tapi semata-mata mengharapkan ridha Allah. Sangat mudah tergelincir dari niat awal yang baik, menjadi ambisi menggebu, lupa akhlak lupa tatanan.

Namun, tidak cukup hidup di detik ini. Perlu ada mekanisme pemrioritasan, penjadwalan, dan perencanaan. Karena kita harus amanah, dan amanah akan selalu tertunda lama apabila tidak ada mekanisme-mekanisme tersebut.

Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Dan tidak bisa dipungkiri dari lubuk hati terdalam, manusia ingin bahagia dunia akhirat. Maka satu-satunya jalan meraih kebahagiaan dunia akhirat adalah dengan beribadah kepada Allah.

Impian / euforia ambisi tiap saat saya sekarang :

Prioritas Impian Tiap Saat di atas Keinginan di Hari Depan.

Keinginan di Hari Depan

Semoga keinginan-keinginan ini, meski awalnya karena dunia, semoga jadi jalan yang baik untuk kebahagiaan akhirat :

Mungkin PR nya adalah mendetailkan keinginan-keinginan hari depan ini, agar bisa dipersiapkan dari sekarang.

Prioritas Keinginan di Hari Depan di bawah Impian Tiap Saat.